AHM Ungkap Industri Motor Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional: 3 Juta Pekerja Tergantung pada Roda Dua
PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menegaskan bahwa industri sepeda motor bukan sekadar alat transportasi, melainkan sudah menjadi sektor strategis yang menggerakkan perekonomian Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, dalam acara Berkampus Ria yang digelar di Kampus Atma Jaya, Cisauk, Tangerang, Rabu (8/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Muhib membeberkan data mengejutkan tentang betapa besarnya kontribusi industri roda dua terhadap perekonomian nasional. Indonesia saat ini tercatat sebagai pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia setelah India dan China. Dengan total penjualan yang mencapai 6,4 juta unit sepanjang tahun 2025, pasar motor Tanah Air menjadi magnet tersendiri bagi investasi, termasuk geliat kendaraan listrik yang mulai merambah.
Yang lebih menarik adalah efek domino yang dihasilkan industri ini terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurut Muhib, tidak kurang dari tiga juta orang menggantungkan hidupnya pada ekosistem industri sepeda motor, mulai dari rantai pasok hulu hingga hilir. “Kami berusaha melibatkan sebanyak mungkin orang, sehingga kalau dihitung ada kurang lebih tiga juta orang yang bekerja dan jaringan AHM di sisi hulu sampai hilirnya bergantung pada industri sepeda motor ini,” jelas Muhib.
Dari sisi produksi, AHM tidak main-main dalam membangun infrastruktur manufaktur. Saat ini perusahaan yang memproduksi motor Honda di Indonesia itu mengoperasikan enam pabrik yang ditunjang empat fasilitas pendukung. Seluruh fasilitas ini dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri yang sangat tinggi. Meskipun ekspor tetap berjalan dengan volume sekitar 500.000 unit per tahun, pangsa pasar domestik tetap mendominasi produksi.
Pertumbuhan industri roda dua yang terus konsisten juga tidak lepas dari faktor geografis Indonesia. Sepeda motor dinilai sebagai moda transportasi yang paling relevan dengan kondisi infrastruktur di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau transportasi publik secara optimal. Efisiensi waktu dan biaya menjadi alasan utama mengapa masyarakat Indonesia tetap memilih sepeda motor sebagai kendaraan andalan sehari-hari.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa industri motor hanya memberikan kontribusi kecil bagi perekonomian. Fakta di lapangan membuktikan bahwa sektor ini mampu menyerap jutaan tenaga kerja dan menggerakkan roda ekonomi dari tingkat paling bawah hingga korporasi besar. AHM sebagai pemimpin pasar terus berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok domestik dan memberdayakan sebanyak mungkin masyarakat Indonesia melalui ekosistem industri sepeda motor yang mereka bangun.
Tidak hanya itu, keberadaan industri motor juga membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Mulai dari bengkel reparasi, toko suku cadang, hingga komunitas modifikasi, semuanya mendapat dampak positif dari bergulirnya industri ini. Hal ini menunjukkan bahwa sepeda motor bukan hanya soal kendaraan pribadi, melainkan juga soal mata pencaharian jutaan orang di seluruh Indonesia.