Kerugian Pertama dalam 70 Tahun, CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham - Dealer Honda Jogja | Utama Motor Honda Yogyakarta
30/06/2026
Uncategorized

Kerugian Pertama dalam 70 Tahun, CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham

JAKARTA — Presiden Direktur sekaligus CEO Honda Motor Co., Toshihiro Mibe, secara resmi meminta maaf kepada para pemegang saham setelah perusahaan mencatatkan rugi bersih tahunan untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada tahun 1957 atau dalam kurun waktu 70 tahun terakhir.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Mibe dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang digelar di Tokyo, Jepang, pada Jumat (27/6/2026). “Saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam kepada para pemegang saham kami atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang signifikan yang disebabkan oleh kerugian bersih yang tercatat dalam hasil keuangan tahun fiskal sebelumnya,” ujar Mibe dalam pernyataannya.

Kerugian Capai Rp 47 Triliun

Honda Motor Co. membukukan rugi bersih sebesar 423,94 miliar yen atau sekitar Rp 47 triliun pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025. Kerugian ini dipicu oleh biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik (EV) yang cukup besar, seiring dengan upaya perusahaan Jepang itu bertransformasi menuju era elektrifikasi.

Salah satu langkah yang telah diambil adalah menghentikan pengembangan tiga model EV untuk pasar Amerika Utara. Keputusan tersebut diambil setelah permintaan mobil listrik di kawasan itu melambat, memaksa Honda untuk mengevaluasi ulang strategi elektrifikasinya.

Strategi Pemulihan Honda

Meski mengalami kerugian, Honda optimis dapat kembali mencetak laba pada tahun fiskal yang sedang berjalan. Mibe menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah mengembalikan Honda ke jalur pertumbuhan. “Saya akan segera membawa Honda kembali ke jalur pertumbuhan, terus menghadirkan produk mobilitas yang unik dan beragam ke seluruh dunia, serta menunjukkan hasil secepat mungkin,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi pemulihan, Honda terus melanjutkan pembahasan kerja sama dengan Nissan Motor Co. dan Mitsubishi Motors. Kolaborasi ini mencakup pengembangan platform software-defined vehicle (SDV), teknologi baterai, serta berbagai teknologi kendaraan generasi berikutnya. Kerja sama ini diharapkan dapat menekan biaya pengembangan dan meningkatkan daya saing produsen otomotif Jepang di tengah gempuran pabrikan China.

Dampak bagi Bisnis Motor Honda di Indonesia

Meski secara global Honda Motor Co. mengalami tekanan, bisnis sepeda motor Honda di Indonesia — termasuk di Yogyakarta — tetap menunjukkan kinerja positif. AHM mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen di awal 2026, didorong oleh peluncuran produk-produk baru seperti Vario Evo 160 dan New Honda BeAT.

Bisnis sepeda motor tetap menjadi tulang punggung pendapatan Honda secara global, dan model-model terbaru terus dipasarkan di Indonesia. Dealer Honda Jogja tetap melayani penjualan cash dan kredit dengan DP ringan untuk semua varian motor Honda terbaru. Jadi, konsumen di Yogyakarta tidak perlu khawatir — layanan dan ketersediaan produk tetap berjalan normal.

Meski mendapat sorotan akibat kerugian tersebut, para pemegang saham tetap memberikan dukungan kepada Mibe dengan menyetujui pengangkatan kembali dirinya bersama jajaran direksi Honda dalam RUPS tahunan.

Sumber: Kompas Otomotif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *